ZONABANGSA.COM — TULANG BAWANG, Rabu (7/10/2026) — Kabar duka sekaligus tragedi mengerikan mengguncang warga Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Satu keluarga beranggotakan tiga orang ditemukan tewas di kediamannya pada Senin kemarin (5/10/2026). Terungkap, pelaku pembunuhan tersebut adalah adik kandung salah satu korban, yang kemudian tewas saat dikejar oleh kepolisian.
Peristiwa itu bermula saat anak kandung korban datang mengunjungi rumah orang tuanya sekitar pukul 08.00 WIB. Pintu rumah terkunci rapat, dan tak ada jawaban saat dipanggil. Khawatir terjadi sesuatu, pintu akhirnya dibuka paksa. Di dalam rumah, pemandangan memilukan menyambutnya — ayah, ibu, dan adiknya telah meninggal dunia.
“Memang anaknya itu yang melaporkan. Kami menerima pesan WhatsApp dari anak korban dalam keadaan histeris memberitahukan orang tuanya ditusuk,” ungkap Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, saat dikonfirmasi.
Tim kepolisian bersama Reskrim dan SPK segera turun ke lokasi. Pemeriksaan awal menunjukkan ketiga korban — Hasanah (56), Rahmat (69), dan Devny Kishela Putri (14) — menderita luka-luka akibat serangan benda tajam maupun benda tumpul.
Dari tempat kejadian perkara, identitas pelaku segera tercium. Diduga kuat pelakunya adalah AF (35), adik kandung almarhumah Hasanah. Ia diketahui melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah wilayah Lampung Timur. Polisi kemudian melacak keberadaannya hingga ke daerah Purbolinggo.
Saat tim gabungan berhasil menemukan dan hendak melakukan penangkapan, AF melawan dengan senjata tajam. Polisi memberikan tembakan peringatan, lalu mengambil tindakan tegas. AF kemudian dibawa ke RSUD Sukadana, namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Irwansyah menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami motif di balik peristiwa kejam tersebut. Dari informasi yang dihimpun, AF ternyata pernah tersangkut kasus pembunuhan sebelumnya terhadap kakaknya di daerah Tangerang.
“Dia ini pernah membunuh kakaknya yang paling tua di Jawa, Tangerang,” ujar Irwansyah.
Selain itu, AF juga diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan, meskipun hal tersebut masih perlu dipastikan kebenarannya melalui rekam medis.
Di tengah duka yang belum kering, momen tak kalah menyayat hati terjadi pada Selasa kemarin (6/10/2026). Putri pasangan korban, Agustin Putri Rahmadini, tetap melaksanakan ijab kabul pernikahannya dengan Nasrul Safaat — tepat di hadapan jenazah kedua orang tuanya dan adik tercintanya.
Tanpa pesta, tanpa kemeriahan, pernikahan itu digelar sederhana sebagai pemenuhan nazar keluarga.
“Ya akhirnya nazar, menyampaikan nazar mereka nikah di depan, sebelum dikubur, di depan jenazah,” tutur Irwansyah.
Prosesi sakral berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, hanya dihadiri kerabat terdekat. Tak lama setelah ijab kabul terucap, ketiga jenazah diberangkatkan menuju pemakaman umum desa untuk dimakamkan.
Bagi Agustin, hari yang seharusnya menjadi awal perjalanan hidup baru justru menjadi hari perpisahan abadi. Ia memulai kehidupan berumah tangga sekaligus melepaskan orang-orang yang paling dicintainya untuk selamanya.
Semoga ketiga almarhum diterima amal ibadahnya dan diampuni segala dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan yang tak terhingga. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
( Pewarta Rudianto).






